Perubahan mendasar dan totalitas berdasarkan Al Quran & Sunnah

"Takkan Lari Gunung Dikejar"

Salah satu alasan yang dikatakan remaja kepada saya setiap saya tanya ‘kenapa berpacaran?’, adalah karena mereka takut didahului orang. Karena itu tidak sedikit remaja yang akhirnya berpacaran meski mereka sendiri nggak tahu apakah pacaran itu sekedar ‘cinta monyet’ (istilah saya remaja dulu) atau memang serius untuk menikah. Walau dalam lubuk hati yang paling dalam saya percaya untuk yang terakhir itu agak nggak mungkin untuk dilakukan. Bagaimana mau berpikir menikah kalau masih sekolah, pekerjaan belum punya, lagipula mereka masih lebih seneng main sendiri ketimbang ngurus anak.

Karenanya saya merasa sangat perlu dan mendesak untuk berbicara pada kamu, remaja, soal cara mencintai orang lain dan juga keyakinan tentang jodoh. Benarkah berpacaran itu harus dilakukan dan apa hubungannya dengan jodoh? Sebab itulah mau tidak mau kamu harus memahami dulu rahasia jodoh, dan tentu saja soal pacaran itu sendiri.

Hal pertama yang meski diyakini dengan seyakin-yakinnya adalah kenyataan jodoh itu adalah rezeki. Dan, setiap muslim juga harus beriman bahwa rezeki itu adalah pemberian Allah. Dengan begitu kita juga mesti percaya kalau Allah sudah menetapkan besarnya rizki setiap manusia – bahkan hewan – di atas muka bumi ini. Dalam sebuah hadits Rasulullah saw. bersabda:

“Sesungguhnya seseorang tidak akan mati sampai dipenuhi rizkinya”(HR. Ibnu Majah).

Yuk, kita lihat. Berapa banyak orang yang pacaran bertahun-tahun ternyata berakhir dengan satu kata yang nyelekit : putus! Seorang kawan saya tinggal selangkah lagi menuju pernikahan – karena kekasihnya sudah dilamar dan calon mertuanya sudah ACC – ternyata batal, karena sang pujaan hati memilih ‘jalan’ bareng pria lain (duh tega banget). Ada juga kawan saya yang kenalan, eh dua minggu kemudian tahu-tahu married.

Jodoh itu misterius, sama misteriusnya seperti kekayaan, kesehatan, penyakit dan ajal. Yang harus kita lakukan adalah yakin bahwa Allah pasti sudah menentukan rizkinya pada manusia. Masalah kapan dapatnya, dengan siapa, itu adalah perkara yang gaib. Tidak ada yang tahu, termasuk Mbah Dukun sekalipun.

Maka, saya heran dan bingung melihat banyak remaja yang begitu ‘serius’ pacaran, malah sampai melakukan perbuatan yang jelas-jelas nyerempet pada zina – dan nggak sedikit yang berzina – dengan pacarnya. Padahal pacar mereka tidak pernah memberikan komitmen apapun untuk naik ke pelaminan. Kalaupun iya mau ngajak married, buat apa juga nyerempet perbuatan haram.

Ketika saya masih sekolah, ada teman-teman saya yang berbuat seperti itu. Kemana-mana berdua, termasuk berani pacaran di dalam kamar cowoknya, main pangku-pangkuan yang bikin kita jadi malu sendiri kalau melihatnya. Dan ketika kita semua lulus pasangan itu bubaran, masing-masing menikah dengan gebetannya yang lain.

Jadi jangan takut untuk tidak mendapat jodoh, dan kenapa pula kamu harus mengambil jalan berpacaran? Itu jawaban yang sama sekali jauh dari kebaikan. Kan dalam pacaran ada ‘segudang’ aktivitas yang bisa bikin Allah marah pada kita. Dalam pacaran ada genggaman tangan (dengan nafsu lagi), ada saling pandang (lagi-lagi dengan nafsu), berkhalwat, dan berpacaran memunculkan keberanian untuk melakukan perbuatan tercela, mendekati bahkan zina itu sendiri.

Percayalah Allah itu Tuhan yang Mahaadil bagi manusia. Belum tentu cowok atau cewek yang kita cintai saat ini adalah jodoh kita dan baik buat kita. Nggak sedikit orang yang baru ‘ngeh’ kalau orang yang mereka cintai beberapa tahun yang lalu ternyata tidak baik buat mereka. Ya, cuma Allah yang tahu itu semua.

Mencintai seseorang nggak mesti dengan menjadikannya sebagai pacar. Kamu bisa melakukannya dengan mendoakannya agar selalu diberikan kebaikan oleh Allah SWT. Termasuk bagian dari mencintai seseorang adalah dengan tidak mengganggu kehormatannya. Nah, bukankah berpacaran itu bisa membuat kehormatan dan kesucian orang lain terganggu?

Yang bisa kamu kerjakan saat ini adalah bersabar dan banyak berdoa pada Allah agar Ia memilihkan untuk kita pasangan hidup  yang baik segalanya; dunia dan akhirat. Jangan tergoda untuk berpacaran, karena itu adalah jalan pintas yang banyak terbukti tidak sehat untuk pergaulan kita.

Terakhir, jangan lupa juga untuk memperbanyak amal shaleh. Moga-moga dengan amal saleh itu Allah memudahkan kamu untuk mendapatkan jodoh yang saleh atau salehah. Amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s