Perubahan mendasar dan totalitas berdasarkan Al Quran & Sunnah

JODOH itu Misterius !!!

Salah satu alasan yang dikatakan remaja kepada saya setiap saya bertanya pada mereka ‘kenapa berpacaran?’, adalah karena takut orang yang mereka taksir itu direbut orang. Karena itu tidak sedikit remaja yang akhirnya berpacaran meski mereka sendiri nggak tahu apakah pacaran itu sekedar ‘cinta monyet’ (istilah saya remaja dulu) atau memang serius untuk menikah. Walau dalam lubuk hati yang paling dalam saya percaya untuk yang terakhir itu nggak mungkin. Mereka kan masih sekolah, lagipula mereka masih lebih seneng main sendiri ketimbang ngurus anak.

Karenanya sangat perlu dan mendesak untuk berbicara pada kamu, teman remaja, soal cara mencintai orang lain dan juga keyakinan tentang jodoh. Sebab, pacaran itu adalah perilaku yang muncul dari pemahaman, selama pemahaman itu nggak diluruskan, sepanjang itu pula budaya pacaran tidak hilang.

Hal pertama yang meski diyakini dengan seyakin-yakinnya adalah kenyataan jodoh itu adalah rezeki. Dan, setiap muslim juga harus beriman bahwa rezeki itu adalah pemberian Allah. Dengan begitu kita juga mesti percaya kalau Allah sudah menetapkan besarnya rizki setiap manusia – bahkan hewan – di atas muka bumi ini. Dalam sebuah hadits Rasulullah saw. bersabda:

“Sesungguhnya seseorang tidak akan mati sampai dipenuhi rizkinya”(HR. Ibnu Majah).

Yuk, kita lihat. Berapa banyak orang yang pacaran bertahun-tahun ternyata berakhir dengan satu kata yang nyelekit : putus! Seorang kawan saya tinggal selangkah lagi menuju pernikahan – karena kekasihnya sudah dilamar dan calon mertuanya sudah ACC – ternyata batal, karena sang pujaan hati memilih ‘jalan’ bareng pria lain (duh tega banget). Ada juga kawan saya yang kenalan, eh dua minggu kemudian tahu-tahu married.

Jodoh itu misterius, sama misteriusnya seperti kekayaan, kesehatan, penyakit dan ajal. Yang harus kita lakukan adalah yakin bahwa Allah pasti sudah memberikan rizkinya pada manusia. Masalah kapan dapatnya, dengan siapa, itu adalah perkara yang gaib.

Maka, saya heran dan bingung melihat banyak remaja yang begitu ‘serius’ pacaran, malah sampai melakukan perbuatan yang jelas-jelas nyerempet pada zina – dan nggak sedikit yang berzina – dengan pacarnya. Padahal pacarnya nggak pernah memberikan komitmen apapun untuk naik ke pelaminan. Kalaupun iya mau ngajak married, buat apa juga nyerempet perbuatan haram.

Ketika saya masih sekolah, ada teman-teman saya yang berbuat seperti itu. Kemana-mana berdua, termasuk berani pacaran di dalam kamar cowoknya, main pangku-pangkuan yang bikin kita jadi malu sendiri kalau melihatnya. Dan ketika kita semua lulus pacaran itupun bubaran, masing-masing menikah dengan gebetannya yang lain.

Jadi jangan takut untuk tidak mendapat jodoh, untuk kemudian kita memilih pacaran. Karena itu jawaban yang sama sekali jauh dari kebaikan. Kan dalam pacaran ada ‘segudang’ aktivitas yang masya Allah bisa bikin Allah marah pada kita. Dalam pacaran ada genggaman tangan (dengan nafsu lagi), ada saling pandang (lagi-lagi dengan nafsu), berkhalwat, belum lagi kalau mereka yang berani ngelakuin pelukan atau istilah saya sekolah dulu KNPI – Kissing, Necking, Petting, Intercourse –, yang kayaknya nggak perlu deh saya terjemahin utuh selain dengan dua kata; mendekati zina!

Percayalah Allah itu Tuhan yang Mahaadil bagi manusia. Belum tentu cowok atau cewek yang kita pengenin saat ini baik buat kita. Nggak sedikit orang yang baru ‘ngeh’ kalau orang yang mereka cintai beberapa tahun yang lalu ternyata tidak baik buat mereka. Ya, cuma Allah yang tahu itu semua. Maka harap bersabar dan banyak berdoa pada Allah supaya kita dikasih pasangan hidup  yang baik segalanya; dunia dan akhirat. Nggak usah deh kita ambil jalan pintas dengan cara pacaran. Juga, jangan lupa memperbanyak amal shaleh. Moga-moga dengan amal saleh itu Allah memudahkan kita untuk mendapatkan jodoh yang saleh/salehah. Amin!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s