Perubahan mendasar dan totalitas berdasarkan Al Quran & Sunnah

Pacaran gak Boleh !!!

Kenapa PACARAN itu gak Boleh sih ???

Sesungguhnya Islam itu Indah dan membawa kebahagiaan bagi yang menjalankannya dengan ikhlas mengharap keridaan Alloh Subhanahuwataala semata (mengharap wajah Alloh kelak di akhirat).

Bukankah pacaran itu indah dan membahagiakan? Mengapa Islam melarang keindahan dan kebahagiaan ?

Si Fulan melihat teman-teman di sekitarnya asyik berpacaran. Mereka selalu berdua, punya teman curhat, punya tempat untuk mencurahkan kasih sayang, diperhatikan dan dimanja oleh pujaan hati, dan serentetan “slide” lainnya yang membuat Fulan iri. Tapi karena keimanan yang Fulan miliki, di lubuk hatinya masih terdengar suara indah : ”Tidak, ini adalah aktivitas mendekati zina”. Tapi setan tidak tinggal diam, ada suara lain di hati Fulan : “Ah, jangan terlalu alim! Hidup hanya sekali! Rugi kalau nggak pacaran! Kapan lagi kamu bisa bermesraan dan merasakan kebahagiaan? Toh kamu tidak melakukan zina!”. Lain waktu setan melancarkan jurusnya yang lain : “Kalau kamu tidak pacaran, kamu baklalan ngga’ dapat jodoh!” Ach yang bener…?? “Semangat belajarmu bias meningkat!

Dasar setan, si musuh bebuyutan yang selalu menggentayangi anak manusia untuk bermaksiat kepada Rob Azza Wa Jalla.

“Sesungguhnya setan itu adalah musuh utama bagimu, maka jadikanlah ia musuh (mu), setan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.” (Fatir ; 6)

Ternyata teman-teman kita masih banyak yang juga berpendapat demikian, makanya pembahasan mengenai pacaran adalah hal yang ga’ pernah basi bahkan ditunggu-tunggu untuk sekedar mengingatkan ato refreshing keimanan bagi kita yang udah tahu ilmunya.

Walaupun jika kita merasa bahwa aktivitas pacaran bukan merupakan aktivitas zina, tapi segala proses pacaran adalah tidak lepas kecuali menuju/ mendekati perbuatan keji tersebut.

Dari Abu Huroiroh Rodiallohuanhu. Rosululloh bersabda :

“Ditulis pada Ibnu Adam bagian-bagian dari zina. Zinanya mata adalah memandang, zinanya lisan adalah berbicara, zinanya kedua telinga adalah mendengar, zinanya kedua tangan adalah meraba, zinanya kaki adalah melangkah, dan jiwa yang berkeinginan adalah menyenanginya dan farji (kemaluan) yang membenarkan atau mendustakan.”

Apakah saling berpandangan dalam pacaran tidak menimbulkan syahwat? Apakah saling berbicara dan bermanja-manja tidak menimbulkan gejolak jiwa? Apakah saling bersentuhan tangan tidak membuat merinding bulu roma? Apakah berangan-angan untuk itu tidak melenakan manusia? Sudah jelas dan trgas di jelaskan dalam hadist shohih di atas, meskipun farji tidak melakukan aktivitas zina, tetap segala sesuatu yang menjurus kepada hal itu dikatakan zina. Meskipun hokum yang berlaku atasnya berbeda dan tingkat dosanya berbeda-beda. Wallahu a’lam.

Lalu mengapa kita seringkali tergiur kapada aktivitas harom ini, padahal sudah jelas-jelas keharomannya?

Jawabannya adalah pada diri kita sendiri. Apakah kita sudah mengetahui ilmunya, ataukah kita seperti orang munafik yang tau ilmu tapi tidak berusaha untuk mengamalkannya. Ataukah kita malas mencari ilmu syar’i yang bisa menunjukkan jalan keselamatan, membuka pintu hidayah Alloh Subhanahuwataala.

Firma Alloh dalam surat Al Isro’ : 32 “Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan keji dan munkar.”

Mencari ilmu syar’i adalah kewajiban bagi tiap muslim. Tidak hanya mengetahui dan mengamalkan hokum Pacaran, tapi hal-hal lainnya yang jauh lebih penting seperti ibadah, fiqh, akhlaq, adab, muamalah, dan lain-lain yang harus kita cari ilmunya untuk diamalkan dari hal-hal yang wajib, nafilah (ibadah keutamaan) hingga manghindari hal-hal yang makruh serta tidak terlena dalam hal-hal yang mubah.

Jadilah seorang pejuang Alloh yang punya misi hanya tertuju pada Alloh. Setiap hela napas kita hanya tertuju untuk beribadah kepada Alloh Subhanahuwataala. Sesungguhnya Islam itu indah dan membawa kebahagiaan bagi yang menjalankannya dengan ikhlas hanya mengharap ridho Alloh Subhanahuwataala semata, serta dengan I’tiba’ (mengikuti) sesuai dengan apa yang diajarkan Rosululloh melalui pemahaman para Sahabat Rodiallohuanhum, tabiin dan tabiut tabi’in Rohimakumulloh (Salaf As-Sholih).

Bukankah pacaran itu indah, dan membahagiakan mengapa Islam melarangnya? Syubhat klasik yang sering dilontarkan oleh para pemuja hawa nafsu. Segala sesuatu dalam benaknya tentang keindahan pacaran hanya merupakan sesuatu yang semu belaka. Begitulah setan membuat indah dunia ini dalam pandangan orang-orang yang rapuh imannya. Bukankah Alloh telah mengingatkan bahwa sesuatu yang baik menurut manusia belum tentu baik menurut Alloh? Hanya Allohlah yang Maha Tahu segala yang terbaik bagi hamba-Nya.

Solusinya?

Alloh menumbuhkan rasa cinta dalam tiap dada manusia terhadap lawan jenis yang merupakan fitroh manusia. Alloh juga menyediakan tempat penyaluran jenis cinta yang satu itu jauh lebih indah dari sekedar pacaran, yakni pernikahan. Sungguh salah satu bukti keindahan Islam.

Alloh berfirman dalam surat Ar-Ruum:21 “Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.”

Jika Alloh melarang kita untuk mendekati zina (pacaran). Berarti Alloh sudah menyediakan suatu proses menuju pernikahan yang lebih indah, elegan dan tetap menjaga kehormatan daripada sekedar pacaran. Jadi pacaran yang benar adalah pacaran setelah pernikahan. Artinya kita boleh mencurahkan segala cinta manusiawi kita terhadap pasangan hidup hanya karena Alloh, karena mencintai Alloh serta demi memelihara kehormatan diri.

by: alya_kamaruddin@ymail.comPacaran bukan Gaya kite

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s